Sering Begadang? Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
Ilustrasi begadang - (foto by freepik)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Tidur malam sering dianggap sebagai rutinitas untuk menghilangkan rasa lelah setelah beraktivitas. Padahal, istirahat yang cukup memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh, fungsi otak, hingga kestabilan suasana hati.
Kebiasaan tidur terlalu larut atau mengurangi waktu istirahat secara terus-menerus ternyata dapat berdampak pada kesehatan. Tidak hanya menyebabkan tubuh mudah lelah, kurang tidur juga berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Mengutip laman National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), bagian dari National Institutes of Health (NIH), kekurangan tidur dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam berkonsentrasi, mengingat informasi, mengambil keputusan, hingga mengendalikan emosi.
Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi produktivitas sehari-hari. Seseorang yang kurang tidur cenderung lebih mudah mengantuk, sulit fokus, dan mengalami penurunan kewaspadaan saat bekerja maupun berkendara.
Dampak kurang tidur tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko sejumlah gangguan kesehatan.
Melansir informasi kesehatan dari NIH melalui laman Healthy Sleep, kurang tidur dalam jangka panjang dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga depresi.
Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa tidur yang cukup membantu menjaga kesehatan jantung, metabolisme, suasana hati, serta mendukung fungsi daya ingat dan perhatian.
Kurangnya waktu istirahat juga dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh berpotensi mengalami penurunan kemampuan dalam menjaga kesehatannya.
Berapa Lama Waktu Tidur yang Ideal?
Durasi tidur menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kesehatan. Mengutip rekomendasi CDC, orang dewasa berusia 18–60 tahun dianjurkan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam.
Sementara itu, orang dewasa berusia 61–64 tahun membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur, sedangkan mereka yang berusia 65 tahun ke atas dianjurkan mendapatkan 7–8 jam istirahat setiap hari.
Selain durasi, kualitas tidur juga perlu diperhatikan. Tidur yang nyenyak dan teratur membantu tubuh mendapatkan waktu pemulihan yang dibutuhkan.
Tips Menjaga Kualitas Tidur Malam
Agar kebutuhan istirahat terpenuhi, beberapa kebiasaan sederhana dapat mulai diterapkan, di antaranya:
- Membiasakan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
- Mengurangi penggunaan ponsel dan perangkat elektronik sebelum tidur.
- Menjaga kamar tetap nyaman, tenang, dan sejuk.
- Menghindari konsumsi kopi atau minuman berkafein pada sore dan malam hari.
- Tidak mengonsumsi makanan dalam porsi besar menjelang tidur.
- Melakukan aktivitas fisik secara rutin pada siang atau sore hari.
CDC juga merekomendasikan untuk mematikan perangkat elektronik setidaknya 30 menit sebelum waktu tidur guna membantu membangun kebiasaan istirahat yang lebih baik.
Sumber: National Institutes of Health/ Centers for Disease Control and Prevention
