Daftar Negara Bebas Lewati Selat Hormuz, Kapal RI Masih Tertahan
Kapal tanker VLCC Pertamina Pride - (foto by Kompas/ DOK. Pertamina)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ketegangan di kawasan Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 berdampak besar terhadap aktivitas pelayaran global. Iran kemudian memberlakukan pembatasan di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dan gas dunia.
Akibat kebijakan tersebut, ribuan kapal sempat tertahan di kawasan Teluk Persia. Meski begitu, Iran tetap memberikan akses terbatas kepada sejumlah negara yang dianggap tidak bermusuhan.
Merangkum berbagai sumber, berikut daftar negara yang diizinkan Iran melintasi Selat Hormuz
- Rusia
- China
- India
- Pakistan
- Irak
- Malaysia
- Thailand
- Bangladesh
- Jepang (masih dalam tahap negosiasi)
Negara-negara tersebut dinilai memiliki hubungan baik atau tidak terlibat dalam konflik, sehingga tetap diberikan akses dengan syarat mematuhi aturan keamanan yang ditetapkan Iran.
Di tengah keputusan Iran yang merilis nama-nama negara yang diizinkan melewati Selat Hormuz, Indonesia belum sepenuhnya mendapatkan akses.
Berdasarkan laporan IDN Times yang mengecek sinyal AIS (Automatic Identification System) dari Kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro lewat situs Vessel Finder menunjukkan kedua kapal itu terpantau masih berada di Teluk Persia. Data ini diambil Minggu (29/3).
Hal tersebut dibernarkan Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan kedua tanker perseroan tersebut masih berada di kawasan Teluk Persia tetapi proses negosiasi masih terus dilakukan, demikiat dikutip dari Bloomberg, Senin (30/3). VLCC Pertamina Pride dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, sedangkan Gamsunoro untuk melayani pihak ketiga (non-Pertamina).
Mengutip Antara, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyebut Iran telah memberikan respons positif atas permintaan izin melintas. Namun, proses teknis dan operasional masih berlangsung sehingga kedua kapal belum dapat melanjutkan perjalanan.
