Donald Trump Klaim Peran Selat Hormuz Bakal Berkurang

Donald Trump - (foto by ANTARA/Anadolu)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai peran Selat Hormuz bagi perdagangan energi global akan terus menurun seiring beroperasinya berbagai jalur pengangkutan minyak alternatif di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, pembangunan pipa minyak baru hingga jalur darat melalui Suriah bakal memangkas ketergantungan dunia pada titik selat strategis tersebut.

"Pipa-pipa sedang dibangun di seluruh Timur Tengah sehingga mereka tidak perlu lagi melalui Hormuz," ujar Trump, Jumat (4/9).

Ia juga menyoroti lalu lintas truk pengangkut minyak berkapasitas besar melalui Suriah yang saat ini sudah mulai beroperasi sebagai jalur distribusi baru.

Penurunan peran tersebut mulai terlihat dari volume minyak yang melintas. Melalui unggahan di Truth Social pada Kamis, Trump memperlihatkan data alir harian minyak yang kini tersisa sekitar 18 juta barel per hari, turun dari posisi sebelum konflik dengan Iran yang mencapai sekitar 20 juta barel per hari.

Meskipun Trump sempat menyatakan pada 18 Agustus lalu bahwa Selat Hormuz terbuka bagi pelayaran, blokade angkatan laut terhadap Iran masih terus diberlakukan.

Eskalasi ketegangan regional ini memicu penurunan signifikan pada arus lalu lintas kapal, di mana kapal tanker minyak berukuran besar serta pengangkut gas alam cair nyaris berhenti melintasi selat tersebut.

Selat Hormuz selama ini memegang peranan krusial dalam pasokan energi dunia, dengan memfasilitasi sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair global sebelum terjadinya eskalasi.

Namun, akibat situasi keamanan yang memburuk dalam beberapa hari terakhir, jumlah kapal yang berani melintas kini hanya tersisa segelintir.

Sumber: ANTARA/Sputnik