Banjir Bandang Nepal: 389 Tewas, 466 Orang Luka-luka

Foto udara suasana rumah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal, Kamis (27/8) - (foto by ANTARA/Xinhua)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Banjir bandang dan longsor dahsyat yang melanda Nepal menyebabkan sedikitnya 389 orang meninggal dunia dan diperkirakan membuat 10.000 keluarga kehilangan tempat tinggal.

Data kepolisian Nepal yang dilaporkan media lokal pada Kamis (27/8) mencatat 389 korban tewas dan 466 orang lainnya mengalami luka-luka.

Distrik Chitwan menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 137 orang, disusul Nawalparasi Timur dengan 87 korban.

Korban meninggal juga ditemukan di sejumlah distrik lain, termasuk Dhading, Gorkha, Nuwakot, Tanahun, Nawalparasi Barat, dan Rasuwa.

Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menyebut kondisi di wilayah terdampak sebagai situasi yang "katastropik".

Kerusakan infrastruktur membuat proses evakuasi dan penyaluran bantuan menjadi sangat sulit.

Juru bicara IFRC Tommaso Della Longa mengatakan sedikitnya 10.000 keluarga diperkirakan kehilangan tempat tinggal akibat bencana tersebut.

Banyak wilayah masih sulit dijangkau karena jalan dan jembatan rusak, sementara jaringan komunikasi juga terputus.

"Situasinya sangat parah dan menimbulkan kerusakan besar," kata Della Longa kepada CNN.

Sejumlah komunitas yang terisolasi bahkan hanya dapat dijangkau menggunakan helikopter. Kepala Delegasi IFRC di Nepal, David Fisher, mengatakan kepada BBC bahwa sejumlah desa dan pasar dilaporkan hilang tersapu banjir.

Berdasarkan analisis citra satelit, bencana diduga dipicu runtuhnya bongkahan es besar dari gletser Himalaya.

Runtuhan tersebut diperkirakan terjadi sekitar 20 kilometer di timur laut perlintasan perbatasan Rasuwa-Rasuwagadhi.

Material berupa es dan bebatuan kemudian jatuh ke Sungai Bhotekoshi dan memicu banjir bandang secara tiba-tiba dengan daya rusak besar.

Untuk menangani dampak bencana, kepolisian Nepal mengerahkan 8.348 personel ke sejumlah wilayah terdampak. Mereka melakukan operasi pencarian, penyelamatan, evakuasi, dan penyaluran bantuan.

Sebanyak 18 personel kepolisian hingga kini masih belum diketahui keberadaannya. Tim penyelamat masih melanjutkan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang.

Bencana terjadi pada Rabu (26/8) pagi waktu setempat di wilayah perbatasan Nepal-China. Banjir yang berasal dari wilayah Nepal juga menerjang Gyirong Port, gerbang perbatasan di wilayah Gyirong, Tibet, China.