Iran-Oman Segera Sepakati Jalur Pelayaran Aman di Selat Hormuz

Ilustrasi Selat Hormuz - (foto by Gemini AI)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Negosiasi antara Iran dan Oman mengenai pembentukan jalur pelayaran sementara yang aman melalui Selat Hormuz kini mendekati kesepakatan akhir. Pemerintah Iran menyebut pembahasan dengan Oman telah memasuki tahap penting dan berpeluang segera menghasilkan nota kesepahaman.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan proses perundingan kedua negara sudah berada pada tahap akhir. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada Senin.

 "Dapat dikatakan bahwa negosiasi Iran-Oman telah mencapai tahap akhir," kata Baghaei dalam konferensi pers.

Menurut Baghaei, kesepakatan mengenai jalur pelayaran sementara tersebut kemungkinan akan segera didaftarkan kepada Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization (IMO).

"Kemungkinan dalam beberapa hari mendatang, nota kesepahaman Iran-Oman terkait jalur sementara dan yang aman di Selat Hormuz akan didaftarkan ke Organisasi Maritim Internasional (IMO)," imbuhnya.

Pembahasan mengenai koridor pelayaran di Selat Hormuz sebelumnya telah diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Iran pada 25 Agustus. Dalam rencana tersebut, Iran dan Oman bekerja sama untuk membuka jalur sementara bagi pelayaran sekaligus melakukan pembersihan ranjau secara bersama-sama.

Langkah tersebut ditujukan untuk menciptakan jalur yang lebih aman bagi kapal-kapal yang melintas di salah satu jalur pelayaran strategis dunia tersebut.

Selain membahas jalur sementara, Iran dan Oman juga menyepakati kelanjutan pembicaraan mengenai kemungkinan pembentukan koridor pelayaran permanen di Selat Hormuz pada masa mendatang.

Jika terealisasi, kesepakatan tersebut akan menjadi bagian penting dari upaya kedua negara dalam mengatur keselamatan dan kelancaran aktivitas pelayaran di kawasan Selat Hormuz.

Di tengah perkembangan negosiasi tersebut, muncul laporan berbeda mengenai posisi Oman. The New York Post pada Kamis, dengan mengutip seorang pejabat senior Timur Tengah, melaporkan bahwa Oman menolak proposal Iran mengenai pengelolaan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut laporan tersebut, salah satu poin yang ditolak Oman berkaitan dengan rencana pengenaan biaya kepada kapal-kapal yang menggunakan jalur tersebut.

Oman disebut secara khusus tidak menyetujui skema pungutan terhadap kapal sebagai imbalan atas layanan keamanan dan lingkungan.

Perbedaan pandangan tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu diselesaikan dalam pembahasan antara Iran dan Oman. Meski demikian, pemerintah Iran menyatakan negosiasi bilateral mengenai jalur pelayaran sementara telah mendekati tahap final.

Perkembangan selanjutnya akan menentukan apakah nota kesepahaman mengenai jalur sementara dan aman di Selat Hormuz dapat segera didaftarkan ke IMO seperti yang disampaikan pihak Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ Antara