Tanjung Verde Ukir Sejarah Lolos ke Babak 32 Besar

Pemain Timnas Tanjung Verde - (foto by FIFA)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Timnas Tanjung Verde mencetak sejarah dengan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H di Stadion Miami, AS, Sabtu (27/6) pagi WIB.

Hasil tersebut cukup mengantarkan The Blue Sharks finis sebagai runner-up grup di belakang Spanyol. Keberhasilan ini menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Tanjung Verde.

Negara kepulauan di lepas pantai Afrika Barat yang merupakan negara terkecil ketiga yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia itu lolos ke fase gugur tanpa sekalipun meraih kemenangan.

Mereka mengoleksi tiga poin dari tiga hasil imbang, yakni menahan Spanyol 1-1, bermain 2-2 melawan Uruguay, dan menutup fase grup dengan skor 0-0 kontra Arab Saudi.

Tiket lolos Tanjung Verde dipastikan setelah pada pertandingan lain Spanyol mengalahkan Uruguay 1-0. Hasil tersebut membuat Spanyol keluar sebagai juara Grup H, sementara Tanjung Verde mengamankan posisi kedua.

Uruguay harus tersingkir, sedangkan Arab Saudi finis di dasar klasemen dengan dua poin hasil dua kali imbang dan sekali kalah.

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal dengan kedua tim sama-sama kesulitan menciptakan peluang bersih.

Tanjung Verde memperoleh kesempatan terbaik pada babak pertama melalui Jamiro Monteiro yang berhasil melewati kawalan Saud Abdulhamid. Namun, tendangan mendatarnya masih mampu ditepis kiper Mohammed Al-Owais.

Selepas turun minum, Tanjung Verde kembali meningkatkan intensitas serangan. Monteiro kembali mengancam setelah menerima umpan tarik Wagner Pina, tetapi penyelesaiannya belum cukup menyulitkan Al-Owais.

Kevin Pina juga mencoba peruntungannya lewat sepakan melengkung dari luar kotak penalti. Bola hanya melintas tipis di sisi gawang Arab Saudi.

Peluang emas berikutnya hadir melalui skema serangan balik cepat. Nuno da Costa mengirim umpan kepada Laros Duarte yang berdiri bebas di depan kotak penalti, namun Al-Owais tampil sigap keluar dari sarangnya untuk menggagalkan peluang tersebut.

Menjelang laga usai, Tanjung Verde nyaris mencetak gol kemenangan. Garry Rodrigues mengirim umpan matang kepada Nuno da Costa yang berdiri tanpa kawalan di depan gawang.

Sayangnya, penyelesaian sang penyerang justru melambung sehingga skor tetap bertahan 0-0 hingga peluit panjang dibunyikan.

Meski gagal meraih kemenangan, hasil imbang tersebut sudah cukup membawa Tanjung Verde mengukir sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Tim asuhan Bubista selanjutnya akan menghadapi juara bertahan Argentina pada babak 32 besar yang dijadwalkan berlangsung di Miami, 3 Juli mendatang.

Keberhasilan ini juga menorehkan catatan unik. Tanjung Verde menjadi tim pertama sejak Cile pada Piala Dunia 1998 yang berhasil lolos dari fase grup setelah mengakhiri seluruh pertandingan dengan hasil imbang.