Justin Hubner Bawa Spirit Ewako ke FIFA Series 2026
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Bek tangguh Timnas Indonesia,
Justin Hubner, menatap gelaran FIFA Series 2026 bukan sekadar laga persahabatan
biasa. Indonesia dijadwalkan menjamu Saint Kitts dan Nevis di Stadion Gelora
Bung Karno pada Jumat (27/3).
Tiga hari berselang, anak asuh John Herdman akan kembali
berlaga di venue yang sama melawan Kepulauan Solomon atau Bulgaria.
Pemain berusia 22 tahun tersebut menegaskan bahwa turnamen
ini adalah panggung pembuktian identitas Garuda, sekaligus ajang bagi dirinya
untuk menunjukkan mentalitas petarung yang ia warisi dari leluhurnya di
Makassar.
Bagi Hubner, mengenakan seragam Merah Putih memiliki makna
mendalam yang berakar dari Tanah Daeng. Meski lahir dan besar di luar negeri,
pemain Fortuna Sittard ini mengaku karakter permainannya yang tanpa kompromi
dipengaruhi oleh garis keturunan sang ayah.
"Makassar adalah tempat di mana orang-orangnya kuat dan
tangguh, dan keluarga saya berasal dari sana. Jadi, saya tidak boleh
mengecewakan siapa pun dengan bermain buruk," tegas Hubner dikutip dari
laman resmi FIFA, Rabu (25/3).
Ungkapan ini seolah menjadi sinyal bahwa spirit Ewako akan
kembali ia tunjukkan di jantung pertahanan Indonesia. Hubner merasa memiliki
tanggung jawab besar untuk membawa nama baik keluarga dan daerah asalnya setiap
kali turun ke lapangan.
FIFA Series kali ini juga menandai babak baru Timnas di
bawah nakhoda John Herdman. Hubner mengungkapkan optimismenya setelah menjalin
komunikasi intens dengan pelatih asal Kanada tersebut.
"Saya berbicara dengan pelatih beberapa bulan lalu. Dia
ingin membawa kami ke level berikutnya. Saya tahu rekam jejaknya saat membawa
Kanada bangkit, dan saya yakin dia bisa membantu kami berkembang secara
kolektif," ujar Hubner.
Meski langkah Indonesia terhenti di babak ketiga Kualifikasi
Piala Dunia 2026 zona Asia, Hubner memastikan suasana internal tim tetap solid.
Ambisi besarnya tetap tidak berubah: membawa Indonesia meraih prestasi lebih
tinggi di Piala Asia dan bermimpi menembus panggung Piala Dunia di masa depan.
Tiga tahun sejak debut internasionalnya, Hubner merasa
ikatan batinnya dengan Indonesia—khususnya para penggemar—semakin kuat.
Dukungan luar biasa dari suporter, termasuk basis pendukung fanatik di
Indonesia Timur, membuatnya selalu merasa pulang ke rumah.
"Orang-orang di Indonesia memiliki hati yang besar dan
akan selalu mendukung kami apa pun yang terjadi. Saya merasa sangat nyaman di
sini," tutupnya.
