Home > PSM

Pengamat: Trucha Perlu Benahi Transisi Bertahan PSM

Pemain PSM - (foto by @psm_makassar/instagram)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Perubahan gaya permainan PSM Makassar sejak dilatih Tomas Trucha, memantik reaksi beragam dari pengamat sepak bola.

Pada wawancara terpisah, dua figur yang pernah berkarier bersama PSM yakni Imran Amrullah dan Tony Ho memberikan penilaian yang senada.

Imran dan Tony sepakat PSM kini lebih agresif dan kreatif dalam menyerang, namun meninggalkan celah saat transisi bertahan.

“Secara performa, tim PSM jauh lebih baik dibandingkan PSM yang ditangani Tavares, karena memang beda filisofinya. Pelatih sekarang, tim PSM bermain dengan open play dan kolektif, sehingga lebih kreatif dalam attacking dan kombinasi play juga cukup baik sehingga bisa menciptakan kombinasi,” beber Imran, Kamis (4/12).

Menurutnya peningkatan kualitas permainan PSM lebih pada fase offensif, kreativitas dan kombinasi. Sementara aspek ketahanan tim saat kehilangan bola masih menjadi pekerjaan rumah.

“Adapun yang perlu mungkin diperbaiki yakni defending dan transisi positif ke negatif,” jelas Imran.

Sementara itu, Tony Ho mengaku telah bertemu dengan Tomas Trucha dua kali saat bermain di Lapangan Sepak Bola Bosowa Sport Center (BSC) Makassar.

Dalam kesempatan ini, Tony Ho lebih dulu  memaparkan perbandingan taktik antara Tavares dan Trucha. Menurut dia, keduanya memiliki perbedaan filosofi yang signifikan.

“Saya pertama menilai dari filosofi bermain, filosofi bermain yang diterapkan Tavares dan Tomas Trucha sangat beda,“ ungkap Tony Ho.

“Kalau Tavares dia lebih cenderung memanfaatkan tactical compact defense, kadangkala sangat dalam dia bertahan di compact defense sambil memanfaatkan counter attack. Itu Tavares,” jelasnya.

Tony Ho menjelaskan bahwa pola bertahan Tavares selama ini identik dengan penumpukan lima pemain di lini belakang.

Menurut dia, meski Tavares kerap menerapkan formasi dasar 3-4-3 atau 3-5-2, saat bertahan ia selalu membentuk struktur 5-4-1 sambil menunggu momentum merebut bola dan melakukan serangan balik secepat mungkin. 

Namun, situasinya berbeda ketika Tomas Trucha masuk. Tony menilai Trucha langsung bermain dengan big four dan menghadirkan gaya yang jauh lebih menyerang.

Ia menyebut Trucha mampu membaca situasi pertandingan dengan memilih antara menekan di barisan depan, menekan di tiga perempat lapangan, atau menunggu di area tengah, bergantung kebutuhan tim.

“Memang masing-masing punya plus minus, dengan kita lihat waktu ketika lawan Solo. Dengan bermain agak terbuka, berarti di belakang punya problem. Tapi itu pilihan masing-masing, saya tidak mengatakan yang mana baik, yang mana tidak baik, itu pilihan," urainya.

"Tapi kenyataan juga apa yang PSM tampilkan ketika lawan Solo, mereka bisa membalikkan situasi. Artinya dari 2-0, kemudian bisa membalas dan memimpin terus, dan sampai memenangkan pertandingan,” lanjutnya.

Terkait aspek evaluasi, Tony Ho menilai PSM perlu memberi perhatian khusus pada detail taktikal, terutama organisasi bertahan di bawah pola bermain Tomas Trucha.

Tony menekankan bahwa lini depan PSM sudah cukup produktif, namun masih terdapat persoalan di sektor belakang, khususnya pada momen transisi dari positif ke negatif.

“Kalau buat saya yang harus dievaluasi adalah taktikal ketika organisasi defending, kalau kita melihat depannya kan cukup produktif ada problem di belakang. Ketika dari posisi transisi positif negatif kita bertahan, nah bagaimana mengatur organisasinya lebih rapih sehingga tidak mudah dimasuki oleh lawan. Nah kita kan bisa membuat dua gol Solo,” pungkasnya.

Laporan: Rifki