Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Fokus Pengobatan Jantung
Nanik S Deyang - (foto by dok BGN)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Nanik S Deyang resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut diambil karena kondisi kesehatan yang mengharuskannya menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Kabar pengunduran diri itu dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Menurutnya, Nanik telah berpamitan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum berangkat menjalani perawatan.
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Yuza di Jakarta, Rabu.
Selama sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik disebut telah melakukan berbagai langkah pembenahan di tubuh lembaga tersebut. Sejumlah kebijakan strategis dijalankan untuk memperkuat tata kelola program pemenuhan gizi nasional.
Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, serta menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang dinilai sudah jenuh.
Selain itu, BGN juga menemukan 414 SPPG yang bermasalah. Temuan tersebut disebut berhasil menyelamatkan ratusan miliar rupiah yang kemudian dikembalikan ke kas negara. Di sisi lain, Nanik turut membentuk 11 tim reformasi, memprioritaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kelompok yang paling membutuhkan, serta melibatkan tenaga profesional dari berbagai kementerian dan lembaga.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Nanik menjelaskan bahwa pengunduran dirinya murni didasari pertimbangan kesehatan. Ia mengaku harus menjalani pengobatan terkait penyakit jantung di luar negeri dan dijadwalkan berangkat pada hari yang sama.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," kata Nanik.
Meski tak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik mengungkapkan dirinya masih berpeluang tetap berkontribusi dalam pengawasan program strategis pemerintah. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto berpotensi membentuk Dewan Pengawas BGN dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis, dengan dirinya diproyeksikan menjadi ketua dewan tersebut.
Nanik juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, perjuangan memperbaiki kualitas hidup rakyat Indonesia akan tetap menjadi prioritas meski dirinya tidak lagi memimpin Badan Gizi Nasional.
Sumber: Antara
