Gas 3 Kg Langka di Makassar, Dapur Warga Mulai Tak Mengepul
Gas 3 Kg - (ist)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Bukan harga bahan makanan yang
membuat Marlina pusing. Kali ini, ia bahkan kesulitan menyalakan kompor di
rumahnya.
Warga Jalan Tinumbu, Kelurahan Tabaringan, Kecamatan Ujung
Tanah, Makassar, itu mengaku kesulitan mendapatkan Gas elpiji 3 kilogram.
Kalaupun menemukan penjual, harga yang ditawarkan sudah naik cukup tinggi.
Kondisi tersebut membuat dapurnya tak lagi mengepul seperti
biasa. Marlina memilih tidak memasak karena stok Gas di sekitar tempat
tinggalnya kosong.
“Gas semakin susah, na kita ini orang susah memang. Ada ji
yang jual, tapi harganya juga naik sekali,” kata Marlina, Rabu (9/9/2026).
Bagi keluarga dengan pengeluaran terbatas, membeli Gas
dengan harga lebih mahal tentu bukan perkara sepele.
Apalagi, ketika Gas tidak ditemukan, pilihan untuk makan di
luar rumah justru membutuhkan biaya tambahan.
“Gara-gara kosong Gas di sekitar sini, tidak masak maki.
Tidak tahu apa mau dimakan ini. Mauki makan di luar, pasti mahal ji juga,”
ujarnya.
Keluhan Marlina bukan satu-satunya. Sejumlah warga di
Makassar dan Kabupaten Gowa sebelumnya juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan GAS
3 kg.
Mereka bahkan harus berkeliling ke sejumlah lokasi untuk
menemukan satu tabung Gas.
Citra, warga Je'ne Tallasa, Gowa, menjadi salah satu warga
yang merasakan kondisi tersebut. Ia mengaku harus mencari Gas dari wilayah Gowa
hingga masuk ke sejumlah kawasan di Kota Makassar.
Perjalanan panjang itu dilakukan karena stok Gas 3 Kg di
sejumlah titik kosong. Citra bahkan sempat khawatir tidak dapat memasak untuk
keluarganya.
Dalam perjalanan pulang, ia akhirnya menemukan satu tabung Gas
di sebuah toko kelontong di Jalan Daeng Tata. Namun, harga yang harus dibayar
tidak lagi seperti biasanya.
Gas 3 Kg yang sebelumnya dibeli sekitar Rp21 ribu per tabung
kini ditemukan dengan harga mencapai Rp30 ribu.
Artinya, warga harus merogoh kocek sekitar Rp9 ribu lebih
mahal untuk mendapatkan satu tabung Gas. Bagi keluarga yang menggunakan gas 3
kg untuk kebutuhan sehari-hari, selisih tersebut bisa menambah beban
pengeluaran.
Persoalannya bukan hanya harga. Kelangkaan juga membuat
warga kehilangan waktu karena harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain
untuk mencari gas.
Padahal, Gas 3 Kg merupakan gas bersubsidi yang
diperuntukkan bagi masyarakat sasaran. Pemerintah daerah juga telah menetapkan
Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagai salah satu instrumen untuk menjaga agar
masyarakat memperoleh gas bersubsidi dengan harga yang wajar.
Ketentuan HET di Sulawesi Selatan disesuaikan dengan
komponen distribusi dan kondisi masing-masing wilayah. Namun, kondisi di
lapangan membuat sebagian warga harus membayar lebih tinggi ketika pasokan
sulit ditemukan.
Pertamina sebelumnya telah melakukan penambahan pasokan Gas 3
Kg di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan sebagai respons terhadap peningkatan
kebutuhan masyarakat.
Warga kini berharap tambahan pasokan tersebut segera terasa
di tingkat konsumen. Sebab, bagi mereka, Gas 3 Kg bukan sekadar komoditas
bersubsidi, tetapi kebutuhan utama untuk memastikan dapur tetap menyala.
Marlina hanya bisa mengeluhkan kondisi yang menurutnya
semakin menyulitkan masyarakat kecil.
“Susah apa-apayya sekarang. Kelilingka naik motor cari na tidak dapatka. Sessa jaki,” tuturnya.
Ketika gas sulit didapat dan harga ikut naik, persoalannya
akhirnya sampai ke meja makan.
Bagi sebagian keluarga di Makassar, kelangkaan Gas 3 Kg
bahkan membuat pilihan paling sederhana menjadi sulit, memasak di rumah atau
mengeluarkan uang lebih untuk membeli makanan.
