Tim DIV Terima 4 Jenazah Korban ATR 42-500, Dua Teridentifikasi
Suasana di RS Bhayangkara Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, Jalan Kumala, Makassar ramai dijaga polisi dan TNI, Jumat (23/1) - (foto by Rifki)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Suasana di RS Bhayangkara Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, Jalan Kumala, Makassar, tampak semakin padat pada hari ketujuh operasi pencarian dan penyelamatan kecelakaan pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport dengan nomor registrasi PK-THT.
Fasilitas ini menjadi pusat kerja tim gabungan Disaster Victim Identification (DVI) Polri dalam mengidentifikasi korban jatuhnya pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, wilayah perbatasan Pangkep–Maros.
Pantauan Celebesmedia.id di lokasi, sejak pagi, aktivitas di lingkungan Biddokkes Polda Sulsel dipadati personel TNI dan Polri, tim DVI, serta awak media yang menanti perkembangan proses identifikasi korban.
Pesawat naas tersebut diketahui membawa 10 orang, terdiri dari tujuh awak kabin dan tiga penumpang, dalam penerbangan rute Yogyakarta–Makassar.
Hingga Kamis (22/1) menjelang dini hari, tim DVI telah menerima total empat kantong jenazah.
Jenazah keempat yang diterima tim DVI dalam keadaan utuh, sedangkan yang ketiga merupakan body part atau bagian tubuh.
Dari jumlah 4 jenazah, dua korban telah diidentifikasi. Mereka adalah pramugari Florencia Lolita Wibisono (33) dan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, Deden Maulana (43). Proses identifikasi dilakukan dengan prosedur ketat dan menyeluruh sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, di lokasi pencarian, tim SAR gabungan menemukan jenazah korban, body part atau bagian tubuh korban, serta fragmen pesawat yang tersebar di titik operasi, Jumat (23/1).
“Pukul 09.06 WITA paket 9 telah ditemukan, dan pukul 09.10 WITA paket 10 telah ditemukan, dan sementara dalam proses evakuasi,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan.
Dua kantong jenazah hasil evakuasi tersebut telah tiba di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin pada pukul 09.06 WITA untuk selanjutnya dibawa ke Biddokkes Polda Sulsel dan ditangani oleh tim DVI Polri.
Sementara black box pesawat ATR 42-500 telah diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang akan melakukan investigasi penyebab kecelakaan pesawat tersebut. Namun hingga Jumat siang belum ada penyampaian resmi dari KNKT terkait hasil investigasi.
Laporan: Rifki
