Indonesia Menang Lelang Aset Rp8 Triliun di Mekah, Untuk Kampung Haji
Suasana Masjidil Haram - (foto by pixabay)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemerintah Indonesia resmi memenangkan lelang kepemilikan aset berupa hotel dan lahan di Arab Saudi yang akan dikembangkan sebagai Kampung Haji Indonesia.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai menerima laporan dari CEO Danantara Rosan Roeslani dalam retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa.
“Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding (lelang), dan kita telah sekarang memiliki hotel sendiri di Mekah, yang ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden,” kata Prasetyo saat memberikan keterangan di media center kawasan Hambalang, dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2026).
Menurut Prasetyo, capaian ini sebagai momen bersejarah bagi Indonesia. Pasalnya, untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi memberikan izin bagi sebuah negara asing untuk memiliki aset properti di wilayahnya.
“Untuk pertama kalinya, pemerintah Arab Saudi mengubah aturan untuk sebuah negara bisa memiliki aset di Arab Saudi. Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya,” ujar Prasetyo, yang akrab disapa Pras.
Sebelumnya, CEO Danantara yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah membeli sebuah hotel beserta lahan seluas sekitar lima hektare di Mekah. Aset tersebut akan dikembangkan menjadi Kampung Haji Indonesia.
Hotel yang dibeli adalah Novotel Thakher Makkah, dengan kapasitas 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara. Hotel ini mampu menampung hingga 4.383 calon jemaah haji Indonesia.
Tak berhenti di situ, pemerintah juga merencanakan pengembangan lanjutan berupa pembangunan 13 menara tambahan. Dengan penambahan tersebut, total kamar di kawasan Kampung Haji Indonesia diproyeksikan meningkat menjadi 6.025 kamar.
Pengembangan kawasan ini diharapkan mampu memberikan fasilitas yang lebih terintegrasi, nyaman, dan efisien bagi jemaah haji Indonesia. Selain itu, lokasi Kampung Haji Indonesia dinilai sangat strategis karena berada dekat dengan Masjidil Haram.
Rosan menjelaskan bahwa jarak Kampung Haji Indonesia ke Masjidil Haram jauh lebih dekat dibandingkan pemondokan jemaah Indonesia selama ini, yang rata-rata berjarak sekitar 4,5 hingga 6 kilometer.
Dari sisi investasi, nilai pembelian hotel dan lahan tersebut mencapai sekitar 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8 triliun. Sementara rencana pembangunan lanjutan, termasuk 13 menara tambahan dan pusat perbelanjaan, diperkirakan membutuhkan investasi sebesar 700 hingga 800 juta dolar AS.
