Keluarga Farhan Kopilot ATR 42-500 Asal Lutim Terima Santunan

Keluarga Kopilot ATR 42-500, Farhan Gunawan menerima santunan dari Gubernur Sulsel - (ist)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Suasana haru menyelimuti rumah keluarga Farhan Gunawan, kopilot pesawat ATR 42-500 yang menjadi korban kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung.

Dalam duka yang belum reda, keluarga almarhum menerima santunan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bentuk empati dan kepedulian.

Santunan tersebut diserahkan atas nama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, oleh Kepala Biro Umum Setda Pemprov Sulsel, Suhartono Nurdin, bersama perwakilan Dinas Sosial Sulsel.

Penyerahan berlangsung di kediaman keluarga di Jalan Urip Sumoharjo, Lorong II, Perumahan Graha Kencana Nomor B5, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (27/1/2026).

Farhan, kopilot ATR 42-500 diketahui berasal Malili, Kabupaten Luwu Timur. Ia dikenal keluarga sebagai pribadi yang tekun dan bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya. 

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi sang ibu dan keluarga terdekat yang masih berusaha menerima kenyataan pahit tersebut.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa Farhan dan korban lainnya. Ia berharap santunan yang diberikan dapat membantu keluarga dalam menghadapi masa sulit.

“Ini untuk santunan bagi keluarga korban, semoga dapat bermanfaat dan wujud empati atas musibah. Semoga Allah memberi tempat yang layak kepada korban di sisi-Nya. Aamiin,” ujar Andi Sudirman.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan terus hadir memberikan perhatian kepada keluarga korban, baik melalui dukungan moril maupun bantuan lainnya.

Dengan mata berkaca-kaca, Indrawati, ibunda almarhum Farhan, menerima santunan tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian pemerintah di tengah suasana duka yang mendalam.

“Terima kasih atas perhatian Bapak Gubernur. Semoga berkah, sekali lagi terima kasih banyak, Pak,” ucapnya lirih.