Bukan Hitam, Ini Alasan Black Box Berwarna Oranye

Black box pesawat ATR 42-500 - (foto by Rifki)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar -  Di balik namanya yang dikenal luas sebagai black box, perangkat penting dalam dunia penerbangan ini justru tampil mencolok dengan warna oranye terang. 

Fakta tersebut disampaikan Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono saat menerima black box pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport dengan registrasi PK-THT di Makassar, Kamis (22/1) siang.

Penyerahan black box dilakukan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Perangkat tersebut diserahkan oleh Kepala Badan Search and Rescue (SAR) Nasional, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dan disaksikan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, serta jajaran TNI dan Polri.

Meski dikenal sebagai kotak hitam, Soerjanto menjelaskan bahwa istilah black box tidak berkaitan dengan warna fisiknya. Nama tersebut merujuk pada data di dalamnya yang belum diketahui sebelum dilakukan pembacaan dan analisis lebih lanjut.

“Keduanya ini kenapa disebut Black Box memang sebelum dibuka datanya, kita belum tahu apa isinya, makanya dikatakan black box. Jadi black box ini warnanya oranye supaya mudah dicari,” ujar Soerjanto.

Menurutnya, warna oranye dipilih agar perangkat ini mudah terlihat saat proses pencarian, terutama di lokasi kecelakaan yang sulit dijangkau, baik di darat maupun di perairan.

Lebih dari sekadar alat perekam, black box memiliki peran penting sebagai sarana pembelajaran keselamatan penerbangan. Soerjanto menyampaikan bahwa setiap data yang tersimpan di dalamnya menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kenapa ada black box ini, kita sebagai manusia ingin belajar dari kejadian, jadi ada lesson learned yang tujuannya adalah agar kecelakaan yang sejenis atau serupa di kemudian hari tidak terjadi di kemudian hari,” jelasnya.

Hasil analisis black box akan dituangkan dalam laporan investigasi KNKT, disertai rekomendasi keselamatan penerbangan. Rekomendasi tersebut dapat dikeluarkan segera apabila dinilai mendesak.

Black box pesawat terdiri atas dua komponen utama. Pertama, Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam berbagai suara di dalam kokpit, mulai dari komunikasi dengan menara pengawas penerbangan (ATC), percakapan antarpilot, hingga suara lingkungan di sekitar kokpit.

Kedua, Flight Data Recorder (FDR) yang merekam sekitar 88 parameter penerbangan, seperti ketinggian, kecepatan, serta data teknis lainnya selama pesawat mengudara.

Meski disebut black box, kedua perangkat ini selalu berwarna oranye dan ditempatkan di bagian ekor pesawat, yang dianggap sebagai area paling aman saat terjadi kecelakaan.

Black box pesawat ATR 42-500 ditemukan pada hari kelima operasi pencarian tim SAR, Rabu (21/1), sekitar pukul 11.00 Wita, di kawasan jurang Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Pesawat tersebut diketahui membawa 10 orang, terdiri atas tujuh awak dan tiga penumpang. Dua korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI dan diserahkan kepada pihak keluarga, yakni pramugari Florencia Lolita Wibisono dan Staf Kementerian Kelautan dan Perikanan Deden Maulana.

Saat ini black box pesawat ATR 42-500 sudah berada di tangan KNKT sehingga diharapkan penyebab dari kecelaakaan pesawat tersebut bisa segera terungkap.

Laporan: Rifki