Malam Pertama Ramadan, Masjid Raya Makassar Diserbu Jemaah
Tarawih perdana di Masjid Raya Makassar, Rabu (18/2) malam - (foto by Rifki)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Suasana Masjid Raya Makassar pada Rabu (18/2/2026) malam tampak berbeda dari biasanya. Hujan lebat yang mengguyur Kota Makassar tidak menghalangi langkah warga untuk menunaikan salat tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah di masjid berkapasitas hingga 10.000 orang tersebut.
Sejak sebelum waktu Isya, jemaah mulai berdatangan. Arus kendaraan memasuki area parkir secara bergantian, sementara payung-payung terbuka di pelataran masjid. Meski cuaca kurang bersahabat, semangat warga untuk memulai Ramadan di Masjid Raya tetap terasa kuat.
Malam pembuka Ramadan diisi dengan ceramah oleh Syekh AG Dr KH Baharuddin yang mengangkat tema Marhaban Ya Ramadan. Sementara salat tarawih dipimpin Imam Muhammad Hidayat dengan jumlah 23 rakaat, sebagaimana menjadi ciri khas pelaksanaan ibadah di masjid ini.
Bagi sebagian warga, hadir di Masjid Raya pada malam pertama Ramadan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga menjaga kebiasaan tahunan. Yudha, warga Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakukang, mengaku rutin memanfaatkan lima malam awal Ramadan untuk beribadah di sana.
“Karena saya senang dengan bacaannya, khusuknya juga saya dapat di sini, kemudian tenangnya juga saya dapat, dan Insya Allah dapat 23 rakaat kalau di sini,” ujarnya saat dikonfirmasi CelebesMedia.id usai tarawih.
Ia mengatakan, kebiasaan tersebut telah dijalani secara konsisten setiap tahun.
“Sudah jadi tradisi dari tahun ke tahun diupayakan setiap ramadan pertama sampai lima itu di Masjid Raya, sisanya di dekat-dekat rumah,” bebernya.
Meski hujan turun cukup deras, Yudha tetap datang bersama keluarganya. Menurutnya, kondisi cuaca bukan alasan untuk meninggalkan tradisi yang sudah mengakar.
“Walau hujan lebat, tetap hadir karena sudah kebiasaan juga sejak tiga tahun lalu bulan Ramadan dalam kondisi hujan, jadi mau tidak mau kita terima kondisinya,” ucapnya.
Selain nuansa kebersamaan, faktor kenyamanan fasilitas juga menjadi pertimbangan jemaah. Kebersihan area wudhu, toilet, serta ruang salat dinilai mendukung kekhusyukan selama menjalankan ibadah tarawih.
Laporan: Rifki
