Hening dan Haru, Ayah Esther Aprilita Jemput Jenazah Anaknya
Jenazah pramugari Esther Aprilita dijemput ayahnya, Jumat (23/1) - (foto by Rifki)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Suasana duka terasa begitu kuat di halaman RS Bhayangkara Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar, Jumat (23/1) sore.
Langit yang mulai meredup dan suasana hening saat sebuah peti jenazah perlahan dibawa keluar dari ruang forensik.
Di dalam peti tersebut, terbaring jenazah pramugari pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport PK-THT, Esther Aprilita (26). Jenazah Esther resmi diserahkan oleh Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, kepada sang ayah, Adi Saputra.
Adi Saputra tampak berdiri kaku di hadapan peti jenazah anaknya. Wajahnya datar, matanya kosong, nyaris tanpa ekspresi.
Ia memilih diam, tak sepatah kata pun terucap, bahkan saat awak media mencoba mendekat untuk meminta keterangan. Kesedihan seolah membungkam seluruh perasaannya.
Usai prosesi singkat penyerahan, jenazah Esther yang berasal dari Caringin, Bogor, Jawa Barat, langsung diberangkatkan menggunakan ambulans Polri bernomor polisi 2216-XIV.
Ambulans melaju perlahan meninggalkan rumah sakit, disertai tatapan haru para petugas dan keluarga yang hadir.
Esther Aprilita tercatat sebagai jenazah ketiga yang berhasil diidentifikasi oleh tim gabungan Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara.
Sebelumnya, dua korban lain telah lebih dahulu dikenali dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Dua korban tersebut yakni Florencia Lolita Wibisono (33), seorang pramugari, serta Deden Maulana (43), pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Pada hari yang sama, sejak siang hari, aktivitas evakuasi masih berlangsung. Tujuh kantong jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 tiba di RS Bhayangkara Biddokkes Polda Sulsel. Kantong-kantong jenazah itu dievakuasi dari lereng Gunung Bulusaraung oleh tim SAR gabungan.
Proses pemindahan jenazah dilakukan dari Lanud Sultan Hasanuddin, Maros, menuju rumah sakit dengan iring-iringan enam unit ambulans. Pengawalan ketat dilakukan oleh aparat gabungan TNI/Polri serta Basarnas, memastikan proses berjalan aman dan lancar.
Sementara itu, black box pesawat ATR 42-500 telah diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). KNKT akan melakukan investigasi mendalam guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan pesawat tersebut.
Laporan : Rifki
