Aksa Mahmud Kuasai 49,88 Persen Saham Fajar Indonesia Corporindo
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Founder Bosowa Corporindo, HM Aksa Mahmud, resmi menjadi pemegang saham terbesar di PT Fajar Indonesia Corporindo (FIC) setelah menguasai 49,88 persen saham perusahaan.
Kepastian itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar di Graha Pena Makassar, Kamis (23/7/2026).
“Saya bertiga ini sejak awal ada saham di FAJAR. Memang saya paling sedikit, cuma 3,75 persen saja. Terus Pak JK itu 5,6 persen, dan Pak Alwi yang paling tinggi. Nah, begitu masuk Jawa Pos, saham Jawa Pos yang paling tinggi,” ujar Aksa Mahmud saat konferensi pers di Penna de La Ville, Graha Pena.
Aksa Mahmud menjelaskan, ia sebenarnya telah menjadi pemegang saham Harian Fajar sejak perusahaan itu berdiri pada 1981. Namun selama puluhan tahun kepemilikannya hanya berada di level minoritas.
Melalui transaksi terbaru, Aksa mengambil alih 40,5 persen saham milik PT Jawa Pos Jaringan Media Nusantara (JJMN) dan 5,6 persen saham milik Dorothea Samola. Jika digabungkan dengan saham yang telah dimiliki sebelumnya, total kepemilikan Aksa mencapai 49,88 persen.
Sebelum memutuskan membeli saham tersebut, Aksa mengaku lebih dulu menawarkan kesempatan kepada Agus Salim Alwi Hamu, putra almarhum HM Alwi Hamu.
“Karena Jawa Pos kasih waktu sampai tanggal 6, maka tanggal 5 saya telepon Agus, belilah itu saham Jawa Pos. Tapi Agus bilang belum bisa. Ya sudah saya saja yang ambil supaya kita tetap bersama-sama,” ungkapnya.
Aksa menegaskan, pengambilalihan mayoritas saham PT FIC sebenarnya bukan bagian dari rencana investasinya pada tahun ini.
“Cuma karena sejak awal kami bertiga ini bersama-sama, ya lebih baik kita ambil saja. Supaya kita tetap sama-sama terus,” katanya.
Ia menambahkan, keputusan tersebut didorong oleh keinginan menjaga sejarah dan kesinambungan perusahaan yang dibangun bersama almarhum HM Alwi Hamu dan HM Jusuf Kalla.
“Supaya tetap kita pertahankan trio pendiri dari pada Fajar Indonesia Corporindo, itu historisnya,” ujar Aksa.
Menurutnya, sejak awal pendirian Harian Fajar, dirinya bersama Jusuf Kalla mempercayakan pengelolaan perusahaan kepada almarhum HM Alwi Hamu karena dinilai memiliki kemampuan jurnalistik dan waktu yang lebih banyak untuk mengembangkan media.
“Pak JK yang masuk generasi ketiga. Jadi awal berdirinya FAJAR dulu, memang kami berikan tanggung jawab ke Alwi untuk mengurusi, karena dia rajin menulis dan punya waktu. Saya sama Pak JK sudah terikat di organisasi bisnis, makanya kami serahkan FAJAR ke Alwi,” terangnya.
Direktur Utama PT Fajar Indonesia Corporindo, Suhendro Boroma, membenarkan perubahan komposisi kepemilikan saham tersebut.
“Posisi Pak Aksa itu hampir 50 persen (saham), 49,88 persen,” kata Suhendro.
Ia menjelaskan, persentase tersebut berasal dari akuisisi saham milik Jawa Pos dan saham Dorothea Samola. Sementara kelompok ahli waris almarhum HM Alwi Hamu masih menguasai sekitar 32 persen saham perusahaan.
Suhendro menambahkan, transaksi pembelian saham dilakukan langsung atas nama pribadi HM Aksa Mahmud dan bukan melalui Bosowa Corporindo.
Menurutnya pembelian saham tersebut bukan semata-mata pertimbangan bisnis, melainkan didorong oleh ikatan sejarah yang kuat.
PT Fajar Indonesia Corporindo merupakan perusahaan induk yang membawahi berbagai unit usaha Fajar Group, meliputi media cetak, media digital, media elektronik, properti, klinik, transportasi, perguruan tinggi, hingga berbagai sektor usaha lainnya.
Selain Aksa Mahmud, struktur kepemilikan saham perusahaan juga masih diisi oleh ahli waris almarhum HM Alwi Hamu, HM Jusuf Kalla, Syamsul Nur, Andi Syafiuddin Makka, Zulkifli Gani Otto, dan Fajar Perintis. Namun, rincian kepemilikan masing-masing tidak dipublikasikan karena PT Fajar Indonesia Corporindo masih berstatus sebagai perusahaan tertutup.
