Lontara+ Dilirik Australia Awards, Bukti Transformasi Digital Makassar
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Transformasi digital yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar melalui aplikasi Lontara+ menarik perhatian peserta Australia Awards Short Course: Governance and Public Policy Making for Subnational Governments (Aceh and Eastern Indonesia).
Inovasi tersebut dinilai menjadi praktik baik dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pengambilan kebijakan berbasis data.
Sebanyak 27 peserta dari Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian Keuangan, serta perwakilan 12 provinsi mengikuti kunjungan studi di Makassar Virtual Economic Center (MARVEC), Gedung Makassar Government Center (MGC), Rabu (5/8/2026).
Kunjungan ini menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai implementasi transformasi digital yang diterapkan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Muhammad Roem, mengapresiasi atas dipilihnya Makassar sebagai lokasi pembelajaran praktik tata kelola pemerintahan berbasis digital.
"Selamat datang di Kota Makassar. Kami merasa terhormat dapat dipilih menjadi lokus kunjungan ini dan berbagi pengalaman mengenai transformasi digital yang kami lakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Semoga kunjungan ini menjadi ruang bertukar pengetahuan dan memberikan manfaat," ujar Roem.
Dalam pemaparannya bertajuk "Digital Insight, Better Governance", Roem menjelaskan bahwa sebelum hadirnya Lontara+, Pemerintah Kota Makassar memiliki 358 aplikasi yang berjalan secara terpisah di masing-masing organisasi perangkat daerah. Kondisi tersebut membuat layanan publik tidak terintegrasi dan menyulitkan pemerintah dalam memantau kepuasan masyarakat secara menyeluruh.
Melalui Lontara+, seluruh layanan kini terintegrasi dalam satu platform sehingga masyarakat lebih mudah mengakses pelayanan publik. Implementasi sistem tersebut berdampak pada meningkatnya partisipasi masyarakat, ditandai dengan kenaikan jumlah aduan hingga 418 persen dalam satu tahun dan pengguna aktif mencapai 88.015 orang.
Hingga Agustus 2026, tercatat 25.219 aduan masyarakat masuk melalui Lontara+, dengan 22.663 aduan berhasil diselesaikan atau setara tingkat penyelesaian sebesar 89,9 persen.
Hasil evaluasi juga menunjukkan peningkatan kepuasan masyarakat. Sebanyak 92,5 persen pengguna menilai aplikasi mempermudah akses layanan, 90 persen menyebut sistem mudah digunakan, sementara 87,5 persen menilai layanan menjadi lebih transparan dan menyatakan puas terhadap pelayanan yang diterima.
Selain memperkenalkan Lontara+, Roem juga memaparkan fungsi Call Center 112 sebagai layanan kegawatdaruratan selama 24 jam serta peran MARVEC sebagai pusat integrasi dan analisis data Kota Makassar.
Paparan tersebut mendapat respons positif dari peserta Australia Awards.
Course Leader Australia Awards Short Course, Rachel Nolan, mengapresiasi sistem digital yang dikembangkan Pemerintah Kota Makassar karena dinilai mampu memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui layanan yang transparan dan responsif.
"Saya sangat terkesan dengan Pusat Pemerintahan Makassar yang baru, serta kecanggihan sistem teknologi Anda dalam merespons keluhan warga. Sangat penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa pemerintah mendengarkan mereka dan peduli pada hal-hal yang sama dengan yang mereka pedulikan," ujarnya.
Menurut Rachel, sistem yang terintegrasi tersebut memudahkan masyarakat menyampaikan laporan sekaligus memperoleh informasi perkembangan penanganan secara cepat dan transparan.
Ia menilai fondasi digital yang dibangun Makassar menjadi contoh penerapan pelayanan publik berbasis data yang dapat mendukung pengambilan keputusan serta peningkatan kualitas layanan pemerintahan di masa depan.
