Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp209,77 Triliun

Konfrensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, Kamis (5/11) - (foo by tangkapan layar kanal YouTube OJK)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal mencapai Rp209,77 triliun hingga Oktober 2026. Nilai tersebut setara 83,91 persen dari target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar Rp250 triliun sepanjang tahun ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan capaian tersebut berasal dari 179 penawaran umum selama Januari-Oktober 2026.

"Realisasi penghimpunan dana itu meningkat Rp23,74 triliun dibandingkan posisi September 2026 yang mencapai Rp186,03 triliun," ucapnya dalam konfrensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK di Jakarta yang dipantau melalui kanal YouTube OJK, Kamis (5/11).

Kontribusi terbesar berasal dari penawaran umum berkelanjutan efek bersifat utang dan/atau sukuk (PUB EBUS) sebesar Rp144,94 triliun melalui 141 penawaran.

Selanjutnya, penawaran umum terbatas (PUT) menyumbang Rp51,99 triliun dari 20 aksi korporasi. Penawaran umum EBUS mencapai Rp10,68 triliun melalui 11 penawaran, sedangkan tujuh penawaran saham perdana (IPO) menghimpun Rp2,16 triliun.

Peluang penambahan dana masih terbuka. OJK mencatat 26 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif Rp24,46 triliun masih berada dalam antrean (pipeline).

Dari jumlah tersebut, delapan rencana IPO memiliki nilai indikatif Rp9,15 triliun. Sisanya terdiri atas tiga PUT, satu penawaran umum EBUS, dan 14 PUB EBUS.

Berdasarkan angka tersebut, OJK masih membutuhkan tambahan penghimpunan dana Rp40,23 triliun untuk mencapai target tahun ini.

"Realisasi hingga akhir 2026 tetap bergantung pada kondisi pasar, minat investor, serta keputusan perusahaan dalam menentukan waktu penerbitan efek dan biaya pendanaan," Hasan mengingatkan. wi

OJK menilai tingginya minat korporasi menghimpun dana melalui pasar modal menjadi indikasi bahwa instrumen pasar modal masih menjadi salah satu alternatif pembiayaan bagi dunia usaha.