Restrukturisasi Kredit Dominasi Pengaduan Jasa Keuangan di Sulsel

Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin - (foto by Rini)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar –  Sebanyak 1.941 layanan konsumen sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Juli 2026 yang masuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar.

Berdasarkan data OJK Sulselbar, persoalan restrukturisasi kredit atau pembiayaan masih menjadi topik yang paling banyak dikeluhkan masyarakat dengan 362 laporan. 

"Restrukturisasi kredit ini yang dikeluhkan biasanya seputar perpanjangan tenor ataupun terkait syarat termasuk penurunan suku bunga," jelas Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, dalam Media Briefing, Senin (3/8). 

Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebanyak 331 laporan menjadi problem kedua yang paling banyak dilaporkan, disusul perilaku petugas penagihan sebanyak 277 laporan.

Selanjutnya, pengaduan mengenai jumlah tagihan atau sanggahan transaksi tercatat sebanyak 117 laporan, sedangkan penyalahgunaan data pribadi mencapai 112 laporan.

Munculnya isu perlindungan data pribadi dalam lima besar pengaduan menunjukkan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap keamanan data dalam aktivitas keuangan digital.

Jika dilihat berdasarkan sektor industri jasa keuangan, fintech menjadi kategori yang paling banyak diadukan dengan 880 layanan konsumen. Setelah itu, sektor perbankan mencatat 547 layanan, diikuti perusahaan pembiayaan sebanyak 464 layanan. Sementara itu, sektor asuransi tercatat 40 layanan dan pasar modal sebanyak 10 layanan.

Muchlasin menerangkan tingginya pemanfaatan layanan OJK juga menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan mekanisme penyelesaian sengketa dan memperoleh informasi keuangan melalui jalur resmi.