7 Tips Aman dari Bahaya Kabut Asap bagi Kesehatan

Ilustrasi - (foto by freepik)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat mengganggu pernapasan serta memperburuk penyakit tertentu. 

Kabut asap bukan sekadar mengurangi jarak pandang. Partikel dan polutan yang terkandung di dalamnya juga dapat mengganggu kesehatan, mulai dari iritasi mata dan tenggorokan hingga meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan saat kualitas udara memburuk. Perlindungan perlu mendapat perhatian lebih, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta orang yang memiliki penyakit asma, jantung, atau paru-paru kronis.

Dalam lamam resminya, Kemenkes menekankan 7 hal penting agar aman dari bahaya kabut asap. 

1. Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Kurangi kegiatan di luar rumah, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Tunda olahraga di luar ruangan dan hindari aktivitas fisik berat yang dapat meningkatkan jumlah udara yang dihirup.

Jika memungkinkan, lakukan kegiatan di dalam ruangan dengan kondisi udara yang lebih bersih.

2. Gunakan Masker Saat Harus Keluar Rumah

Gunakan masker saat berada di luar ruangan ketika kabut asap menyelimuti wilayah tempat tinggal. Pilih masker sesuai kondisi paparan dan pastikan masker terpasang dengan baik.

Kemenkes menjelaskan bahwa masker memiliki keterbatasan dalam menyaring berbagai komponen asap. Karena itu, penggunaan masker tetap perlu disertai upaya mengurangi waktu berada di luar ruangan.

3. Tutup Pintu, Jendela, dan Ventilasi Saat Asap Pekat

Batasi masuknya udara luar yang tercemar ke dalam rumah, kantor, atau ruang belajar ketika kondisi udara memburuk.

Jika tersedia, gunakan penyaring udara yang sesuai untuk membantu mengurangi partikel di dalam ruangan. Pastikan juga tidak ada sumber asap lain, seperti asap rokok, yang memperburuk kualitas udara.

4. Pantau Kualitas Udara Secara Berkala

Jangan hanya mengandalkan jarak pandang atau bau asap untuk menilai kondisi udara. Periksa informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) melalui kanal resmi atau layanan pemantauan kualitas udara.

Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan apakah aktivitas luar ruangan perlu dibatasi atau ditunda.

5. Perbanyak Minum Air Putih dan Jaga Pola Hidup Sehat

Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih secara cukup. Konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan cuci tangan secara teratur.

Hindari merokok maupun paparan asap rokok karena dapat memperburuk gangguan pada saluran pernapasan.

6. Lindungi Anak-anak dan Kelompok Rentan

Anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan riwayat asma atau penyakit jantung dan paru-paru memerlukan perhatian khusus saat kabut asap meningkat.

Batasi paparan mereka terhadap udara tercemar dan pastikan obat rutin bagi penderita penyakit kronis tersedia sesuai anjuran dokter. Jika kualitas udara memburuk, pertimbangkan untuk menunda kegiatan luar ruangan yang tidak mendesak

7. Segera Periksa Jika Muncul Keluhan Kesehatan

Waspadai gejala seperti batuk, iritasi mata, tenggorokan terasa sakit, atau gangguan pernapasan setelah terpapar kabut asap.

Segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila keluhan mengganggu atau memburuk. Jika mengalami sesak napas berat, cari pertolongan medis darurat.

Masyarakat yang memiliki penyakit kronis sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai langkah perlindungan tambahan sesuai kondisi masing-masing.

 Sumber: Kementerian Kesehatan RI