Waspada 7 Bahaya Saat Cuaca Panas Ekstrem
Ilustrasi - (foto by pixabay)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Cuaca panas bukan sekadar membuat tubuh terasa gerah dan cepat lelah. Paparan suhu tinggi yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan risiko sejumlah gangguan kesehatan, terutama ketika tubuh kehilangan banyak cairan dan terlalu lama terpapar panas.
Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi tubuh saat cuaca panas. Dalam sejumlah edukasinya, Kemenkes menyebut dehidrasi hingga heat stroke sebagai risiko yang perlu diantisipasi.
Merangkum laman resmi Kementerian Kesehatan berikut sejumlah bahaya cuaca panas bagi kesehatan yang perlu diketahui:
1. Dehidrasi
Cuaca panas membuat tubuh lebih banyak kehilangan cairan. Jika kebutuhan air tidak segera digantikan, seseorang dapat mengalami dehidrasi.
Kemenkes mengingatkan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan cairan dan tidak menunggu sampai merasa haus untuk minum.
Tanda yang perlu diperhatikan antara lain urine berwarna kuning pekat, pusing, mual, kelelahan hingga kram pada kaki atau bagian perut.
2. Heat Exhaustion
Paparan suhu tinggi juga dapat membuat tubuh mengalami heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Kondisi ini dapat ditandai dengan sakit kepala, keringat berlebihan, kulit pucat dan lembap, napas lebih cepat, mual hingga nyeri otot.
Kemenkes menjelaskan, kondisi tersebut perlu segera diatasi dengan beristirahat di tempat yang lebih sejuk, mencukupi cairan dan membantu mendinginkan tubuh.
3. Heat Stroke
Bahaya yang lebih serius adalah heat stroke atau sengatan panas. Kemenkes menyebut heat stroke sebagai kondisi berat ketika tubuh tidak lagi mampu mengendalikan suhu tubuh
Gejalanya antara lain suhu tubuh tinggi, sakit kepala, mual dan muntah, jantung berdebar, kebingungan, kejang hingga kehilangan kesadaran.
Karena dapat berkembang menjadi kondisi serius, heat stroke membutuhkan pertolongan medis secepatnya.
4. Gangguan pada Kulit
Panas dan paparan sinar matahari secara langsung juga dapat berdampak pada kondisi kulit.
Kemenkes menganjurkan masyarakat menggunakan pelindung dari paparan matahari, seperti topi atau payung, serta menggunakan sunscreen minimal SPF 30 pada kulit yang tidak tertutup pakaian.
Pakaian berbahan ringan, longgar dan tidak berwarna gelap juga dianjurkan ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
5. Sakit Kepala, Pusing hingga Mual
Tubuh yang terlalu lama berada dalam kondisi panas dapat memunculkan berbagai keluhan, mulai dari sakit kepala, pusing hingga mual dan muntah.
Gejala tersebut tidak sebaiknya dianggap sebagai keluhan biasa apabila muncul bersamaan dengan tanda lain seperti keringat berlebihan, kulit terasa panas, jantung berdebar atau jumlah urine berkurang.
6. Kram Otot
Kehilangan cairan ketika berada di tengah cuaca panas juga dapat disertai kram pada kaki maupun bagian perut.
Karena itu, aktivitas fisik di bawah terik matahari sebaiknya dikurangi, terutama ketika kondisi tubuh mulai menunjukkan tanda kelelahan.
Kemenkes juga menyarankan masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan pada periode panas terik, khususnya sekitar pukul 11.00 hingga 15.00.
7. Kerusakan Organ akibat Heat Stroke Berat
Heat stroke bukan hanya persoalan suhu tubuh yang meningkat. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada sejumlah organ.
Suhu tubuh yang sangat tinggi pada heat stroke dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan organ. Kondisi berat tersebut dapat berdampak pada otak, jantung, ginjal dan otot.
Cara Mengurangi Risiko Cuaca Panas
Kementerian Kesehatan memberikan sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi dampak cuaca panas, di antaranya:
- Perbanyak minum air dan jangan menunggu haus.
- Kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada waktu cuaca paling terik.
- Gunakan topi atau payung untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung.
- Pilih pakaian ringan, longgar dan berwarna terang.
- Gunakan sunscreen minimal SPF 30 pada bagian kulit yang tidak tertutup pakaian.
- Hindari minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol dan minuman manis ketika menghadapi cuaca panas.
- Jangan meninggalkan siapa pun di dalam kendaraan yang terparkir, baik dengan kaca terbuka maupun tertutup.
- Jangan Tunggu Kondisi Memburuk
Masyarakat perlu mengenali perubahan kondisi tubuh ketika berada dalam cuaca panas. Keringat berlebihan, kulit terasa panas dan kering, jantung berdebar, pusing, mual, muntah, kram serta urine berwarna kuning pekat merupakan sejumlah tanda yang perlu diwaspadai.
Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
