5 Kebiasaan Dikira Sehat Justru Merusak Tubuh

Ilustrasi ngemil - (foto by freepik)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Banyak orang merasa sudah menjalani gaya hidup sehat. Namun tanpa disadari, ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang justru berpotensi merusak kesehatan secara perlahan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mengingatkan bahwa pola hidup modern sering membuat masyarakat terjebak dalam kebiasaan yang terlihat “aman”, padahal berisiko tinggi jika dilakukan terus-menerus.

Berikut beberapa kebiasaan yang sering dianggap baik, tetapi ternyata berdampak buruk bagi tubuh mengutip laman resmi Kementeria Kesehatan.

1. Begadang Demi Produktivitas

Banyak orang menganggap begadang sebagai tanda kerja keras. Padahal, kebiasaan ini bisa memicu berbagai gangguan kesehatan.

Menurut Kemenkes, kurang tidur dapat meningkatkan kadar gula darah, menurunkan sistem imun, hingga memicu stres dan obesitas. Bahkan dalam jangka panjang, kondisi ini berkaitan dengan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Tak hanya itu, kurang tidur juga membuat konsentrasi menurun dan kemampuan berpikir ikut terganggu.

2. Terlalu Lama Duduk atau Rebahan

Istirahat memang penting, tetapi terlalu banyak diam justru berbahaya.

Kemenkes menyebut gaya hidup kurang gerak (sedentary lifestyle) dapat mengganggu metabolisme tubuh, meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung. Bahkan risiko kematian dini juga meningkat pada orang yang jarang bergerak.

Kebiasaan ini sering tidak disadari, terutama pada pekerja kantoran atau pengguna gadget aktif.

3. Menganggap Tidur Bisa “Dibayar Nanti”

Sebagian orang merasa kurang tidur di hari kerja bisa diganti saat akhir pekan. Faktanya, tubuh tidak bekerja seperti itu.

Kemenkes menegaskan bahwa kurang tidur secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan kognitif, mudah lupa, hingga peningkatan berat badan akibat perubahan hormon lapar. 

Artinya, kualitas tidur harian jauh lebih penting daripada “balas dendam tidur”.

4. Sering Ngemil di Malam Hari

Ngemil sering dianggap hal sepele, apalagi saat bekerja atau begadang.

Namun Kemenkes menjelaskan bahwa kebiasaan ini cenderung membuat seseorang mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak, yang berujung pada kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme.

Jika dilakukan terus-menerus, risiko obesitas dan diabetes meningkat.

5. Mengurangi Aktivitas Fisik karena Merasa Sudah Tidak Cape'”

Banyak orang berpikir selama tidak lelah berarti tubuh cukup sehat. Padahal, kurang aktivitas fisik justru berbahaya.

Menurut Kemenkes, aktivitas fisik rendah membuat pembakaran energi tidak optimal dan memicu penumpukan lemak dalam tubuh, yang berkontribusi pada berbagai penyakit kronis. 

Kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele ternyata bisa menjadi pemicu penyakit serius jika terus dilakukan. Kemenkes menekankan pentingnya menjaga  antara istirahat, aktivitas fisik, dan pola makan.