Iran Buka Jalur Selat Hormuz Dua Pekan
Ilustrasi Selat Homuz - (foto by wikipedia)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan bahwa negaranya akan membuka akses pelayaran di Selat Hormuz selama dua pekan ke depan.
Kebijakan ini merupakan bagian dari perkembangan terbaru dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat.
Araghchi menegaskan bahwa akses tersebut tidak sepenuhnya bebas. Setiap kapal yang melintas tetap harus berkoordinasi dengan angkatan bersenjata Iran serta mengikuti sejumlah batasan teknis yang telah ditetapkan.
"Selama dua pekan, lintasan aman di Selat Hormuz akan dimungkinkan dengan koordinasi bersama Angkatan Bersenjata Iran dan memperhatikan keterbatasan teknis," tulis Araghchi di platform X, Rabu (8/4)
Langkah ini muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata bilateral dengan Iran yang berlaku selama dua pekan. Dalam kesepakatan tersebut, Iran juga menyetujui pembukaan jalur strategis Selat Hormuz.
Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyampaikan bahwa perundingan lanjutan antara Teheran dan Washington akan segera dimulai. Pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang di Islamabad, Pakistan.
Dalam pernyataannya, dewan tersebut mengungkapkan sejumlah poin utama dalam kesepakatan dengan Amerika Serikat. Di antaranya adalah Iran tetap mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, pencabutan seluruh sanksi terhadap Teheran, kelanjutan program pengayaan uranium, serta penarikan seluruh pasukan AS dari kawasan Timur Tengah.
Perkembangan ini menjadi sorotan dunia mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi global. Kebijakan pembukaan akses, meski terbatas, dinilai dapat berdampak pada stabilitas kawasan dan pasar energi internasional.
Sumber: RIA Novosti / ANTARA
