Jersey Persita 2026/27 Usung Konsep Zirah Prajurit
Jersey Persita 2026/27 Usung Konsep Zirah Prajurit - (foto by Persita)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Persita Tangerang resmi memperkenalkan dua jersey terbaru untuk mengarungi kompetisi musim 2026/27.
Jersey kandang hadir dengan perpaduan ungu gelap, emas, dan putih, sementara jersey tandang didominasi putih dengan aksen merah maroon dan oranye stabilo.
Kedua jersey tersebut melanjutkan pengembangan konsep "Kulit Naga" yang diperkenalkan Persita pada musim sebelumnya.
Jika sebelumnya terinspirasi dari tradisi Perahu Naga, desain musim ini berevolusi menjadi representasi zirah prajurit yang ditempa melalui berbagai pertempuran dan pengalaman.
Mengusung tema "Kebangkitan", Persita tidak sekadar mengulang identitas visual musim lalu.
Desain baru tersebut menggambarkan transformasi klub yang terus beradaptasi untuk menghadapi tantangan lebih besar, sekaligus mempertahankan akar budaya Tangerang Raya yang menjadi bagian dari Persita sejak berdiri pada 1953.
Jersey home membawa tema The Royal Fortress. Warna ungu gelap menjadi simbol identitas, kebanggaan, dan loyalitas klub, sementara warna emas merepresentasikan ambisi serta kejayaan. Aksen putih kemudian memberikan kontras yang lebih tegas.
Karakter zirah diperkuat melalui panel bahu dan sisi samping dengan potongan bergaya armor.
Struktur tersebut membentuk siluet yang tegas sebagai simbol perlindungan, kesiapan, dan disiplin, sekaligus menggambarkan sosok prajurit modern yang tampil percaya diri dan bermartabat di lapangan.
Sementara itu, jersey away mengusung tema The Journey Beyond Home. Warna putih menjadi dasar yang mencerminkan kesan modern dan progresif, dipadukan merah maroon untuk menghadirkan karakter dewasa dan berwibawa.
Aksen oranye stabilo memberikan sentuhan mencolok sebagai simbol semangat yang terus menyala di mana pun Persita bertanding.
Konstruksi panel berlapis pada jersey tandang dibuat lebih ringan dibandingkan jersey home, tetapi tetap mempertahankan karakter visual.
Konsep tersebut merepresentasikan mobilitas sekaligus identitas Persita yang tetap melekat ketika menjalani pertandingan di luar kandang.
Kedua jersey juga menggunakan motif jacquard yang menggabungkan tiga elemen identitas klub, yakni aliran Sungai Cisadane, siluet benteng, dan lidah api obor.
Ketiganya disatukan melalui teknik optical illusion, sehingga membentuk visual berbeda berdasarkan jarak pandang.
Dari kejauhan, motif tersebut terlihat seperti gelombang yang mengalir. Ketika diamati dari jarak menengah, struktur benteng mulai terlihat, sedangkan detail lidah api tersembunyi baru tampak dari jarak dekat.
Detail sejarah klub turut hadir pada bagian kerah melalui angka "1953" yang ditempatkan di bagian dalam sebagai penanda tahun berdirinya Persita.
Kerah jersey home menggunakan model V terbuka untuk memberikan kesan premium dan berwibawa, sedangkan jersey away mengadopsi rounded modern collar dengan tampilan lebih bersih dan timeless.
Pesan utama kedua jersey diperkuat melalui slogan "Bound by Loyalty, Driven by Victory" yang tersemat pada bagian bawah dan sisi dalam jersey.
"Bound by Loyalty" menggambarkan ikatan antara klub, pemain, dan suporter yang telah terjalin sejak 1953 serta diwariskan lintas generasi.
Adapun "Driven by Victory" merepresentasikan ambisi dan kerja keras Persita untuk terus berkembang sekaligus mengejar prestasi dalam setiap perjalanan.
Dengan perpaduan filosofi, identitas lokal, dan pendekatan desain modern, jersey Persita 2026/27 menjadi representasi visual dari upaya klub menjaga akar sejarah sembari menatap tantangan baru di kompetisi musim depan.
