Munafri Perkenalkan Makassar Creative Hub di Forum PBB Jenewa

CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memperkenalkan Makassar Creative Hub (MCH) sebagai salah satu program strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan membuka peluang kerja bagi generasi muda dalam United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss. Kegiatan ini digelar dua hari, 12-13 Oktober 2026.

Dalam forum yang dihadiri lebih dari 60 wali kota dari berbagai negara tersebut, Munafri memaparkan upaya Pemerintah Kota Makassar membangun ekosistem kreatif yang inklusif melalui pengembangan keterampilan, inovasi, dan kewirausahaan anak muda.

"Di Kota Makassar, Indonesia, kami memiliki tujuh program aksi. Makassar Creative Hub merupakan salah satu program unggulan yang bertujuan meningkatkan kreativitas dan inovasi, sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian kota yang lebih inklusif," ujar Munafri dalam keterangan resmi yang diterima di Makassar, Selasa (13/10/2026).

Munafri menjelaskan, Makassar Creative Hub dirancang untuk menjawab kebutuhan anak muda yang memiliki ide dan potensi kreatif, tetapi masih membutuhkan akses terhadap pelatihan, jejaring kolaborasi, serta peluang mengembangkan usaha.

"Ketika saya menginisiasi Makassar Creative Hub, saya menyadari bahwa anak-anak muda di kota saya penuh dengan ide dan bakat potensial. Namun, mereka membutuhkan wadah untuk mengembangkan bakat tersebut dan menciptakan karya bernilai tinggi," kata Munafri.

Melalui MCH, Pemkot Makassar membuka ruang pengembangan berbagai sektor ekonomi kreatif, mulai dari desain busana, penulisan fiksi, perfilman, kuliner hingga seni pertunjukan.

Program ini juga diarahkan menjadi ruang inkubasi bagi kreator, wirausahawan digital, dan perajin lokal agar dapat meningkatkan kemampuan sekaligus mengembangkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

Munafri turut menyoroti pemanfaatan teknologi digital sebagai salah satu faktor yang dapat mempercepat pertumbuhan industri kreatif. Menurut dia, penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta optimalisasi media sosial dapat membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas dan menjangkau pasar yang lebih luas.

"Melalui Makassar Creative Hub, kami dapat mempercepat penciptaan lapangan kerja baru bagi generasi muda dengan memanfaatkan teknologi, sistem kecerdasan buatan, dan ekspansi media sosial," tuturnya.

Salah satu aspek yang diunggulkan dari Makassar Creative Hub adalah akses program secara gratis bagi masyarakat. Skema tersebut diharapkan memberi kesempatan kepada anak muda untuk meningkatkan keterampilan dan merintis usaha tanpa terbebani biaya pelatihan.

Kebijakan ini juga ditujukan untuk memperluas akses ke sektor ekonomi kreatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan modal, tetapi mempunyai ide dan kemauan untuk mengembangkan potensi diri.

Pemkot Makassar berkomitmen memperluas jangkauan program tersebut agar semakin banyak masyarakat dapat memperoleh manfaatnya. Pemerintah kota juga menempatkan kreativitas dan inovasi sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah.

Munafri menegaskan, pengembangan potensi generasi muda tidak hanya berorientasi pada penciptaan karya, tetapi juga pada peningkatan nilai ekonomi, pembukaan lapangan kerja, dan penguatan daya saing daerah.

"Bagi kami, investasi pada kreativitas generasi muda bukan sekadar program pengembangan bakat, melainkan langkah untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan," tutupnya.

Pemaparan Makassar Creative Hub di forum PBB tersebut menjadi kesempatan bagi Makassar untuk memperkenalkan pendekatan pembangunan perkotaan yang menempatkan anak muda sebagai bagian penting dalam menjawab tantangan ekonomi dan sosial di tingkat kota.